Saat Anda Stress, 3 Hormon Inilah yang Pegang Kendali

Siapa yang tidak pernah merasakan stress. Stress adalah satu tanda-tanda psikologis yang tidak dapat dihindari, bahkan kadang berkenan tidak berkenan wajib dihadapi tiap tiap hari. Bermacetan di jalanan, berhadapan bersama dengan pekerjaan yang setumpuk, boss yang marah-marah, cicilan bank yang belum terbayar sampai ulah nakal si kecil. Semua hal itu dan masih banyak ulang kondisi di luar sana yang siap menjadi penyebab stress.

 

Apa yang Anda alami kala Anda stress? Ada bervariasi kondisi yang kemungkinan Anda alami, terasa dari jantung yang berdebar lebih kencang dari biasa, kecemasan, kegelisahan, kepala yang tegang, bahkan kadang keringat dingin, tidak senang makan atau malah menjadi amat doyan makan. Setiap orang dapat mengalami tanda-tanda yang tidak serupa berkaitan bersama dengan stress yang mereka alami, cocok bersama dengan dominasi hormon stress yang muncul kala mereka mengalami stress.

 

Ya, kala seseorang mengalami stress, secara langsung otak dapat merespon bersama dengan memproduksi sebagian hormon yang membangun reaksi fisik pada tubuh Anda. Dan bagaimana reaksi fisik ini muncul pada diri Anda dapat tergantung pada style hormon yang dominan muncul kala Anda mengalami stress. Adapun 3 style hormon stress tersebut pada lain :

 

Hormon Adrenalin

Hormon Adrenalin ini diproduksi oleh kelenjar Adrenal sebagai reaksi awal kala stress muncul. Bisa dikatakan hormon ini adalah reaksi pertama secara kimiawi yang muncul dari tekanan.

 

Amit Sood, MD dari Mayoclinic menyebutkan faedah adrenalin sebagai reaksi cepat tubuh kala sebuah tekanan mampir mendadak. Anda ingat bagaimana reaksi Anda kala terkejut? Kurang lebih layaknya inilah reaksi awal yang dapat langsung muncul kala sebuah stres mampir bersama dengan langkah mendadak.

 

Adrenalin dapat bekerja untuk menstimulasi detak jantung menjadi sebagian kali lebih cepat, berikan rangsangan sistem saraf pusat untuk menjadi tegang sehingga membawa dampak Anda menaikkan kewaspadaan dan fokus. Adrenalin termasuk dapat membawa dampak aliran darah menjadi lebih kuat dan mendorong ketegangan otot.

 

Anda dapat mengalami ketegangan karena pengaruh adrenalin kala Anda mengendarai kendaraan di dalam kecepatan tinggi, laksanakan presentasi yang amat penting atau kala mendadak ada peristiwa mengejutkan berjalan di sekitar Anda, layaknya melihat seseorang jatuh di depan Anda atau kala atasan Anda menelpon mendadak.

 

Hormon Norepinephrine

Hormon satu ini kerap kali bekerja bersama dengan adrenalin pengaruhi reaksi tubuh terhadao stress. Hormon ini termasuk diproduksi oleh kelenjar adrenal, tetapi bersama dengan faedah yang tidak serupa dari adrenal.

 

Di sini Anda dapat diarahkan untuk menjadi amat fokus, cemas, khawatir, panik, mengalami ketegangan otot dan sebagian tanda-tanda risau lain layaknya berkeringat, sulit tidur, selamanya berkhayal masalah, gelisah dan lain sebagainya.

 

Anda kemungkinan mengalaminya kala Anda dapat menghadapi ujian atau test besar keesokan hari, maka selama malam Anda layaknya tetap panik, sulit tidur dan khawatir. Anda termasuk biasa mengalami ini kala sedang menghadapi persoalan yang pelik.

 

Kondisi kegelisahan atau kegelisahan ini sesungguhnya merupakan pengaruh dari stimulasi terlalu berlebih yang dikerjakan oleh hormon Norepinephrine pada otak bersama dengan mendorong aliran darah lebih kuat menuju otak dan mendorong stimulasi pada sistem saraf pusat yang lebih kuat. Stimulasi ini membawa dampak otak bekerja lebih keras dan terfokus pada persoalan yang membawa dampak stress.

 

Hormon Kortisol

Hormon kortisol sendiri termasuk diproduksi oleh kelenjar Adrenal dan lagi-lagi menjadi pemicu sebagian reaksi fisik tidak serupa dari dua style hormon stress lain. Hormon ini memberi tambahan sebagian reaksi tubuh bersama dengan sistem kerja yang lebih lambat dari style hormon stress lain.

 

Bila adrenalin dan Norepinephrine bekerja untuk membawa dampak tubuh bereaksi fisik bersama dengan ketegangan, kewaspadaan dan kepanikan, maka kortisol dapat bekerja bersama dengan mestimulasi sistem fluida tubuh atau kondisi cairan di dalam tubuh dan pengaruhi tekanan darah.

 

Namun kortisol termasuk dapat membawa dampak Anda terasa amat lapar, kehilangan konsentrasi pada apa yang di depan Anda karena tetap berpikir pada persoalan pemicu stress dan membawa dampak tubuh menjadi terasa malas.

 

Kortisol dan Norepinephrine kerap membawa dampak reaksi hormonal lain, layaknya pengaruhi kerja sistem imunitas karena hormon tiroid yang terganggu, kerja pencernaan termasuk terganggu karena sistem hormonal dan enzim di dalam pencernaan termasuk terimbas dan juga dapat membawa dampak reaksi jerawat dan keluhan haid yang mampir amat cepat atau terlambat karena termasuk dapat pengaruhi kinerja memproduksi hormon seksual.

 

Anda dapat mendapatkan gambaran bagaimana kerja hormon stress bukan? Bagaimana seseorang dapat bereaksi pada stress, akankah mereka “fight or flight” atau yang dapat kami terjemahkan sebagai menghadapi atau justru menghindari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *