Kenali Gejala Alergi Seafood!

Mungkin Anda pernah memandang seseorang yang semua tubuhnya memerah disertai gatal-gatal sehabis makan udang? Atau Anda sendiri pernah mengalaminya? Kondisi badan yang memerah merupakan salah satu reaksi pada mereka yang mengalami alergi seafood.

kenali juga : apa itu batu hajar jahanam ?

Alergi seafood sanggup sebabkan gejala alergi ringan, seperti gatal-gatal atau hidung tersumbat. Bukan hanya itu, alergi seafood termasuk sanggup menimbulkan gejala alergi yang lebih berat, lebih-lebih sanggup sebabkan kematian.

Apa Saja Gejala Alergi Seafood?

Gejala alergi ringan pada umumya berlangsung di dalam lebih dari satu menit sehabis mengkonsumsi seafood dan mencakup; gatal-gatal, eksem, bengkak (pada bibir, wajah, lidah, dan leher), bersin, hidung tersumbat, ada problem bernapas, pusing, sakit kepala, hilang kesadaran, dan kesemutan di mulut.

Sedangkan untuk gejala alergi berat (anafilaksis) termasuk leher bengkak atau munculnya benjolan di leher yang sebabkan ada problem bernapas, kejang yang disertai penurunan tekanan darah, jantung berdebar, pusing, sakit kepala, dan hilang kesadaran. Reaksi anafilaksis merupakan situasi medis yang perlu injeksi epinefrin (adrenalin).

Apa itu injeksi epinefrin? Injeksi epinefrin digunakan sebagai penanganan darurat untuk reaksi alergi berat (termasuk anafilaksis) yang disebabkan oleh gigitan serangga, obat-obatan, makanan, atau yang lainnya. Injeksi ini sanggup didapatkan hanya bersama menggunakan resep dokter.

Anda kemungkinan pernah mencoba untuk makan seafood di dalam porsi yang sedikit, dan terasa bahwa tubuh Anda baik-baik saja tanpa ada reaksi alergi yang timbul. Namun bagi lebih dari satu orang, mengkonsumsi sedikit seafood saja sanggup berakibat serius, karena tingkat tanggapan seseorang pada seafood (alergen) berbeda-beda.

Bagaimana Alergi Seafood Bisa Terjadi?

Semua type alergi makanan—termasuk alergi seafood, disebabkan oleh masalah pada proses kekebalan tubuh. Ketika Anda pertama kali makan type seafood tertentu, katakanlah udang, proses kekebalan tubuh mendeteksi protein yang terdapat di dalam udang sebagai zat yang berbahaya.

Hal ini sebabkan memproduksi antibodi. Dan kali seterusnya Anda mengkonsumsi udang, antibodi inilah yang memberi tanda ke proses kekebalan tubuh untuk melepaskan histamin yang pada kelanjutannya sebabkan gejala-gejala alergi.

Histamin turut andil di dalam terjadinya reaksi-reaksi alergi, seperti; hidung meler, gatal-gatal pada mata, tenggorokan kering, mual-mual, diare, dan ada problem bernapas.

Jika Anda punya riwayat alergi di dalam keluarga Anda, maka dampak untuk mengalami alergi seafood sanggup meningkat. Alergi seafood banyak dialami oleh orang dewasa khususnya wanita, walaupun orang berasal dari semua rentang umur termasuk sanggup terkena. Sedangkan pada anak-anak, lebih sering dialami anak laki-laki.

Seseorang yang menderita asma termasuk punya dampak mengalami reaksi anafilaksis. Hal ini termasuk dirasa oleh penderita alergi walaupun mengkonsumsi makanan apa pun yang punya kandungan sedikit seafood.

 

Jika Anda menderita alergi seafood, langkah pencegahan yang paling ringan dan manjur adalah menjauhkan makanan maupun segala product yang punya kandungan type seafood tertentu (seperti; udang, kepiting, lobster, dan kerang) yang sanggup sebabkan reaksi alergi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *